OSIS

Sobat Musaba, tahu nggak nama lambang badge yang menempel di saku seragam putih abu-abu kalian? That’s right! Lambang IPM. By the way, tahu kan singkatan dari IPM apa? Betul sekali, IPM singkatan dari Ikatan Pemuda Muhammadiyah. Tapi, kira-kira kalian tahu nggak ya sejarah terbentuknya IPM?

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berdiri 18 Juli 1961, hampir setengah abad setelah Muhammadiyah berdiri. Wah, udah tua banget ya. Mungkin seumuran orang tua kalian hihihi. Namun demikian, latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas kaitannya dengan latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar, sekaligus sebagai salah satu konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader. Oleh karena itulah dirasakan perlu hadirnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi para pelajar.

IPM bukan organisasi sembarangan, tapi organisasi yang benar-benar matang dan memperjuangkan nilai-nilai keislaman.

Nilai-nilai Dasar IPM

  • Nilai Keislaman (Menegakkan dan menjunjung  tinggi nilai-nilai ajaran Islam). Islam yang dimaksud adalah agama rahmatan til ‘alamin yang membawa kebenaran, keadilan, kesejahteraan, dan ketentraman bagi seluruh umat manusia yang bersumber dari Al- Qur’an dan as-Sunnah. Artinya, Islam yang dihadirkan oleh IPM adalah Islam yang sesuai dengan konteks zaman yang selalu berubah-ubah dari satu masa ke masa selanjutnya.
  • Nilai Keilmuan (Terbentuknya pelajar muslim  yang berilmu). Nilai ini menun-jukkan bahwa IPM memiliki perhatian serius terhadap ilmu pengetahuan. Dengan ilmu pengetahuan kita akan mengetahui dunia secara luas, tidak hanya sebagian saja. Karena dari waktu ke waktu, ilmu pengetahuan akan terus berkembang dan berubah. IPM berkeyakinan, ilmu pengetahuan adatah jendela dunia.
  • Nilai Kekaderan (Terbentuknya pelajar muslim  yang militan dan berakhlak mulia). Sebagaiorganisasi kader, nilai ini menjadi konsekuensi  tersendiri bahwa IPM sebagai anak panah Muhammadiyah untuk mewujudkan kader yang  memiliki militansi dalam berjuang. Tetapi  militansi itu ditopang dengan nilai-nilai budi  pekerti yang mulia.
  • Nilai Kemandirian (Terbentuknya pelajar muslim yang terampil). Nilai ini ingin mewujudkan kader-kader IPM yang memiliki jiwa yang independen dan memiliki ketrampilan pada bidang tertentu (skill) sebagai bentuk kemandirian personal dan gerakan tanpa tergantung pada pihak lain.
  • Nilai Kemasyarakatan (Terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya/ The Realislamic Society). Nilai kemasyarakatan dalam gerakan IPM berangkat dari kesadaran IPM untuk selalu berpihak kepada cita-cita penguatan masyarakat sipil. Menjadi suatu keniscayaan jika IPM sebagai salah satu ortom Muhammadiyah menyempurnakan tujuan Muhammadiyah di kalangan pelajar.

IPM di SMK Muhammadiyah 1 Blora mempunyai program kerja baik yang berupa media dakwah ataupun program – program kerja yang bersifat sosial, kedisiplinan, keilmuan, dan lain-lain. IPM SMK Muhammadiyah 1 Blora mempunyai program kerja sebagai berikut;

Bidang Keagamaan

IPM melaksanakan kegiatan; takbir bersama Idul fitri maupun Idul Adha, pembagian hewan qurban, pelaksanaan tarawih dan buka bersama dan bakti sosial, pengajian dengan masyarakat sekitar.

Bidang kedisiplinan

IPM melaksanakan upacara bendara dalam rangka melatih kedisiplinan peserta didik.

Bidang Sosial

IPM melaksanakan bakti sosial untuk daerah desa binaan.